Travel Milenial

“Kekinian”, begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan generasi saat ini.  Mereka yang masuk dalam generasi ini lahir pada kisaran tahun 1980 sampai awal 1990-an.  Generasi ini punya kecenderungan berbeda saat traveling.  Traveling menjadi salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan oleh generasi milenial.  Bisa dibilang sebagian besar dari pendapatan mereka dialokasikan untuk kegiatan tersebut.  Hal ini tentu berbanding terbalik dengan generasi zaman dulu yang lebih memilih untuk mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk investasi jangka panjang, seperti mobil atau rumah.

Generasi Milenial lahir ketika dunia teknologi sudah mulai berkembang dan siap menyambut masa depan.  Dengan internet, seluruh dunia terasa ada di telapak tangan kita.  Kita bisa melihat hampir 90% seluruh isi dunia melalui peta hingga jalan yang biasa kita lewati sekalipun.  Di sanalah letak rasa ingin tahu dan penasaran untuk merasakan langsung keindahan dunia dan mendapatkan pengalaman baru mendorong mereka untuk traveling.  Terutama, dengan adanya media sosial yang menjadi pemicu utama mereka, bagi para millenial yang sosialita ingin bepergian keliling dunia.

Di Indonesia, terdapat komunitas-komunitas bagi para traveler untuk melakukan traveling bersama orang-orang baru yang sama-sama memiliki hobi traveling sehingga memperluas jaringan dan menambah informasi destinasi wisata.  Untuk destinasi wisata, 59% Millennial travelers lebih memilih wisata alam seperti gunung, pantai, dan pulau.  Para Millennial travelers mengetahui destinasi wisata tersebut dari berbagai sumber, salah satunya adalah sosial media. 

Generasi Millennials sendiri tak lepas dari teknologi, terutama internet dan social media.  Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Puskakom Universitas Indonesia (UI) melakukan survei pada 7000 responden yang menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014 menembus angka 88.1 juta yang 49% di antaranya merupakan generasi Millennials.  Para traveler tersebut kemudian membagikan pengalaman traveling mereka ke berbagai social media melalui perangkat mobile. Hasil survei JakPat pada tahun 2016 membuktikan bahwa 86% orang Indonesia meng-upload foto liburan mereka ke social media. Laki-laki dan perempuan memiliki preferensi social media yang berbeda untuk membagikan foto-foto liburan mereka. Sebanyak 51% laki-laki Indonesia memilih social media Facebook sebagai media untuk mengupload foto liburan dan 36% memilih untuk meng-upload foto liburan mereka ke social media Instagram. Sedangkan untuk perempuan, dengan jumlah masing-masing 40% perempuan Indonesia meng-upload foto liburan mereka ke social media Facebook dan Instagram.

Berikut ini adalah ciri-ciri traveler millenial masa kini :

  1. Berpergian bersama teman daripada menggunakan travel agent
Berpergian bersama teman

Para millenial yang rela menabung uang jajan mereka untuk traveling bersama teman-temannya ketimbang membeli barang idaman mereka.  Beberapa millenial sampai membuat sistem perbendaharaannya sendiri.  Mereka memang cenderung lebih niat dan berkomitmen pada planning mereka karena menurutnya, traveling bersama teman-teman akan lebih seru ketimbang bersama travel agent.  Millenial adalah generasi yang sangat menyukai kebebasan, apalagi menentukan destinasi tujuan ketika traveling.  Mereka juga tidak suka diatur dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh travel agent karena konsep mereka traveling adalah ‘escape from reality’.  Sehingga tidaklah heran mengapa mereka cenderung lebih menyukai bepergian bersama teman-temannya yang memiliki interest yang sama ketimbang bepergian dengan travel agent.

  • Backpacking dan On Budget
Backpacker on budget

Backpacking adalah trend traveling masa kini. Selain lebih praktis, backpacking juga dikenal sebagai jalan-jalan dengan budget yang masih bersahabat di kantong, terutama bagi beberapa para generasi millenial yang belum memiliki mata pencaharian sendiri atau belum stabil dalam pekerjaannya, dan ingin pergi traveling. Dengan trend backpacing ini, semakin memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk bisa traveling dengan budget yang lebih sesuai.

  • Teknologi adalah segalanya
Teknologi segalanya

Sebagai generasi yang terlahir dengan peradaban teknologi yang sudah cukup maju.  Generasi millennial pasti sudah sangat “best friend” dengan gadget ataupun smartphone mereka.  Hanya dengan sentuhan pada layar, semua kesulitan saat traveling dapat teratasi dengan segala kemudahan yang tersedia.  Dari proses planning hingga ketika traveling, para millenial akan mengandalkan teknologi sepenuhnya.  Mulai dari booking transportasi dan akomodasi, browsing destinasi favorit yang direkomendasikan oleh banyak orang, tahap budgeting tentang perkiraan biaya pengeluaran, atau bahkan untuk melihat peta.  Semuanya serba teknologi, gadget, atau yang gemar disapa sebagai smartphone.

  • Update di social media
Sosialita

Update pictures is a must! Entah itu selfie, wefie, foto pemandangan alam, foto bergaya, atau bahkan foto candid.  Pamer foto saat traveling sih sudah seperti tradisi dan kewajiban bagi para millenial. Jalan-jalan tanpa update foto pasti rasanya seperti makan nasi tanpa lauk!  Biasanya, para generasi millenial lebih memilih pergi ke destinasi dengan pemandangan atau background yang bagus untuk foto di feed Instagram mereka.  Semakin Instagrammable dan artistik, maka semakin bagus.  Sadar atau tidak, media sosial adalah pemicu sekian banyak generasi millenial yang ingin pergi traveling.  Rasa keingin tahuan dan iri dengan foto-foto di Instagram orang lain menjadi pemicu dan alasan yang kuat.

  • Lebih suka tinggal di guest house atau sewa rumah daripada tinggal di hotel

Biasanya, pilihan untuk tinggal di hotel menjadi pilihan yang paling terakhir untuk para generasi millenial, mereka lebih suka untuk tinggal di guest house, hostel, atau sewa rumah / apartemen seperti melalui Airbnb. Seperti yang dibahas di atas, mereka biasanya traveling ber-grup bersama teman-temannya dan mereka akan lebih merasakan kebersamaan apabila tinggal dalam satu rumah. Merasakan kenyamanan tinggal bersama teman-teman dalam satu rumah saat liburan, membuat mereka merasa lebih nyaman dan bonding satu sama lain.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started